Skip to main content

Cara Membawa Anjing dari Korea ke Indonesia: 8 Langkah, Dokumen & Timeline (Kisah Nyata Tsuki)

Coton de Tulear puppy Tsuki ready to travel from Korea to Indonesia
Seoul (Incheon)
Jakarta

Anak anjing sungguhan, penerbangan sungguhan: perjalanan Tsuki, Coton de Tulear dari Korea, menuju keluarga barunya di Indonesia.

Jawaban singkatUntuk membawa anak anjing dari Korea ke Indonesia, Anda membutuhkan: microchip, dua kali vaksin rabies (sekitar usia 3 dan 4 bulan), hasil uji titer antibodi rabies minimal 0,5 IU/ml dari laboratorium yang disetujui, izin pemasukan (import permit) Indonesia, pengobatan parasit, dan sertifikat kesehatan resmi dari pemerintah Korea sebelum berangkat. Setibanya di Jakarta, anak anjing langsung diperiksa di bandara lalu menjalani karantina, biasanya beberapa hari. Siapkan waktu persiapan minimal 3–4 bulan.
Tsuki menjelaskan seluruh perjalanannya dalam waktu kurang dari satu menit (narasi bahasa Inggris).

Halo! Panduan ini diceritakan oleh Tsuki, Coton de Tulear betina yang lahir di kennel kami di Korea. Sekarang ia tinggal bersama keluarganya di Indonesia, dan bahkan ikut dog show di Indonesia tiga hari setelah keluar dari karantina. Jika Anda tinggal di Indonesia dan ingin mengadopsi anak anjing dari breeder Korea (Coton de Tulear, Bichon Frise, Maltese, Pomeranian, Poodle, atau ras lainnya), inilah jalur yang akan dilalui anak anjing Anda.

Ringkasan perjalanan

  1. 13 blnMicrochip + vaksin rabies ke-1
  2. 24 blnVaksin rabies ke-2
  3. 3LabTes darah titer rabies
  4. 4IzinIzin pemasukan Indonesia
  5. 5Sebelum terbangObat parasit + sertifikat kesehatan
  6. 6TerbangIncheon → Jakarta
  7. 7TibaPemeriksaan bandara + karantina
  8. 8Hari ke-3Bebas! Langsung ke dog show

Tabel langkah demi langkah: proses dan dokumen yang dibutuhkan

LangkahKapanProsesnyaDokumen yang disiapkan
1Usia sekitar 3 bulanPemasangan microchip ISO, lalu vaksin rabies pertama (inaktif).Catatan microchip · sertifikat vaksin rabies ke-1
2Usia sekitar 4 bulanVaksin rabies kedua.Sertifikat vaksin rabies ke-2 · buku vaksin terbaru
3Setelah vaksin ke-2Sampel darah dikirim ke laboratorium yang disetujui untuk uji antibodi rabies (FAVN). Hasilnya harus minimal 0,5 IU/ml.Laporan hasil uji titer rabies
4Setelah hasil titer keluarIzin pemasukan diajukan di Indonesia (Barantin, Badan Karantina Indonesia) dengan hasil uji titer. Izin biasanya berlaku sekitar 3 bulan.Izin pemasukan Indonesia
5Beberapa hari sebelum berangkatPengobatan parasit dalam dan luar, lalu sertifikat kesehatan ekspor diterbitkan oleh kantor karantina pemerintah Korea (APQA).Sertifikat kesehatan · catatan obat parasit · buku vaksin · laporan titer · izin pemasukan
6Hari penerbanganCheck-in di Bandara Internasional Incheon dan terbang ke Jakarta (Soekarno-Hatta).Dokumen asli dibawa bersama anak anjing
7Saat tibaPetugas karantina Indonesia langsung memeriksa anak anjing di bandara, lalu ia dibawa ke fasilitas karantina. Dari pengalaman kami, biasanya 3–7 hari (ketentuan resmi bisa lebih lama).Sertifikat kesehatan asli · izin pemasukan asli
8Setelah keluar karantinaTsuki hanya menunggu 3 hari, lalu langsung pulang ke rumah barunya dan tampil di ring dog show.—

Daftar periksa dokumen (silakan dicetak)

  • Catatan microchip (ISO 15 digit)
  • Sertifikat vaksin rabies ke-1 dan ke-2
  • Buku vaksin dengan nomor batch yang sesuai
  • Laporan uji titer antibodi rabies, minimal 0,5 IU/ml
  • Izin pemasukan Indonesia (masih berlaku saat tiba)
  • Catatan pengobatan parasit
  • Sertifikat kesehatan ekspor dari pemerintah Korea
  • Salinan semua dokumen, plus dokumen asli di map perjalanan

Penjelasan 8 langkah

Langkah 1. Microchip dan vaksin rabies pertama (sekitar 3 bulan)

Semua dimulai dari microchip, karena setiap tes dan sertifikat berikutnya harus mencantumkan nomor chip yang sama. Vaksin rabies pertama diberikan saat anak anjing cukup umur, sekitar 3 bulan.

Langkah 2. Vaksin rabies kedua (sekitar 4 bulan)

Vaksin rabies kedua membentuk kekebalan yang kuat dan stabil, dan itulah yang akan diukur oleh tes darah di langkah berikutnya.

Langkah 3. Uji titer antibodi rabies

Korea bukan negara bebas rabies, jadi Indonesia meminta bukti bahwa vaksinnya berhasil. Sampel darah dikirim ke laboratorium yang disetujui, dan hasilnya harus 0,5 IU/ml atau lebih. Hasilnya biasanya keluar dalam beberapa minggu.

Langkah 4. Izin pemasukan Indonesia

Setelah laporan titer keluar, izin pemasukan diajukan di Indonesia melalui Barantin. Kami mengurusnya bersama keluarga baru. Perhatikan masa berlakunya agar anak anjing tiba saat izin masih berlaku.

Langkah 5. Persiapan akhir sebelum berangkat

Pengobatan parasit dilakukan, lalu kantor karantina pemerintah Korea (APQA) memeriksa semua dokumen dan menerbitkan sertifikat kesehatan ekspor. Nomor batch vaksin di setiap dokumen harus sama persis dengan buku vaksin. Setelah itu, urusan dokumen selesai.

Langkah 6. Berangkat dari Incheon

Setelah pemeriksaan karantina bandara dan check-in, anak anjing terbang dari Incheon ke Jakarta. Kami melatih anak anjing di kandang perjalanan selama berminggu-minggu sebelumnya, jadi kandang itu sudah terasa seperti kamar tidurnya sendiri.

Langkah 7. Pemeriksaan saat tiba dan karantina

Begitu pesawat mendarat, petugas karantina Indonesia langsung memeriksa anak anjing di bandara, lalu ia dibawa ke fasilitas karantina. Dari pengalaman kami, biasanya 3–7 hari. Lama pastinya ditentukan oleh petugas karantina, jadi tanyakan ketentuan terbaru ke Barantin untuk bandara kedatangan Anda.

Langkah 8. Pulang ke rumah, lalu dog show!

Tsuki dikeluarkan dari karantina hanya dalam 3 hari. Tak lama kemudian, ia tampil di ring PERKIN JAYA 104th All Breed Championship Show dan pulang membawa pita penghargaan.

Tsuki, Coton de Tulear, dengan pita penghargaan di PERKIN JAYA 104th Dog Show Indonesia
Tsuki bersama keluarganya dan pita penghargaan di PERKIN JAYA 104th Dog Show, Indonesia.

Mengapa keluarga Indonesia mengadopsi dari breeder Korea

Kennel di Korea dikenal dengan anjing ras pendamping yang sehat dan berbulu indah, dan banyak keluarga di Jakarta, Surabaya, dan Bali sudah memiliki anjing dari Korea. Yang paling penting adalah memilih breeder yang mengurus seluruh proses ekspor untuk Anda: induk yang sudah dites kesehatannya, vaksinasi tepat waktu, uji titer, semua dokumen, dan anak anjing yang tenang serta terbiasa dengan kandang perjalanan. Itulah yang kami lakukan di Kim's Pups untuk setiap keluarga di luar negeri, termasuk semua anak anjing Coton de Tulear kami.

Pertanyaan yang sering diajukan

Berapa usia minimal anak anjing untuk terbang dari Korea ke Indonesia?

Karena ada dua kali vaksin rabies, uji titer, dan izin pemasukan, sebagian besar anak anjing siap terbang di usia sekitar 5–6 bulan. Siapkan waktu persiapan minimal 3–4 bulan.

Apakah Indonesia mewajibkan uji titer rabies untuk anjing dari Korea?

Ya. Hasil uji antibodi rabies harus minimal 0,5 IU/ml, dan tesnya harus dilakukan di laboratorium yang disetujui.

Berapa lama karantina anjing di Indonesia?

Setiap anak anjing diperiksa di bandara lalu dibawa ke fasilitas karantina. Dari pengalaman kami, biasanya 3–7 hari. Tsuki keluar setelah 3 hari, tetapi lama akhirnya ditentukan oleh petugas.

Siapa yang mengajukan izin pemasukan Indonesia?

Izin diterbitkan di Indonesia oleh Barantin. Kami menyiapkan dan mengirimkan semua dokumen yang dibutuhkan keluarga baru, dan membimbing mereka selama proses pengajuan.

Bisakah saya mengadopsi Coton de Tulear dari Korea jika tinggal di Indonesia?

Bisa. Tsuki adalah salah satu contohnya. Kami rutin mengirim anak anjing Coton de Tulear dan ras kecil lainnya ke Indonesia, dan tetap berkomunikasi setelah mereka tiba.

Peraturan dapat berubah. Selalu pastikan persyaratan terbaru ke Barantin (Badan Karantina Indonesia) dan Badan Karantina Hewan dan Tumbuhan Korea (APQA) sebelum memesan penerbangan.

Ingin mengadopsi anak anjing dari Korea ke Indonesia?

Beri tahu kami kota Anda dan ras yang Anda sukai. Kami akan mengirimkan timeline lengkap, daftar dokumen, dan biaya sebenarnya untuk anak anjing Anda secara tertulis.

Hubungi Kim's Pups